Ngayak ukoro

Ngayak ukoro
Ojo lali

Rabu, 19 Desember 2018

Nasib yang sama

*NASIB YANG SAMA* πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€ Tak mudah mengubah rasa. Terlebih yang terbentuk lama. Di turunkan sejak dari orang tua. Akhirnya memanen hasil yang sama. Mata rantai nasib yang terwariskan tak jauh beda. Kalau anaknya terlambat sekolah, malu sekali terasa. Sekalipun baru kelas TK biasa. Merasa orang tua yang kurang bisa. Mengatur anak lebih tertata. Sekalipun sudah lama mencoba. Tapi, anaknya terlambat sholat, ngerasa biasa. Ndak merasa malu juga. Toh anak-anak kayak gitu kebanyakan, yang sebaya. Apalagi sholat shubuh, kasihan masih terlalu belia. Anak kecil sholat jangan di paksa. Begitu tekun para orang tua. Mengantar anaknya kecil ke sekolah dengan setia. Bahkan tak jarang di tunggui sampai terbiasa. Yang ikut duduk di sampingnya juga ada. Waktu jemput, jangan tanya. Kalau telat, biasa bahaya. Adakah orang tua ? Yang tekun mengantar anaknya ke masjid atau ke mushola. Di tunggui sekalian ikut sholat, biar terlatih dan terbiasa. Ibunya kadang menjemputnya biar ndak bahaya. Dan alangkah malunya orang tua. Kalau anak mogok gak mau sekolah tanpa alasan yang ada. Beberapa memilih mengancam, kalau ndak sekolah, jadi tukang gembala kambing saja. Pernahkan terjadi rasa yang sama. Malu tiada terkira. Saatnya anaknya beranjak dewasa. Dak berangkat ke masjid atau mushola. Adakah orang tua. Juga mengancam, kalau gak mau ke mushola. Bangganya para orang tua. Saat ikut di panggil ke panggung mendapat penghargaan mulia. Anaknya juara, atau menang lomba. Dan di saksikan beribu pasang mata. Sementara, diam seribu bahasa. Tanpa hadiah dan tanpa merasa bangga. Saat anaknya selama setahun sholat berjamaah tak pernah absen walau sekali saja. Anaknya disiplin selama 2 tahun sholat dhuha . Bukankah inΓ¬ lebih layak sebagai prestasi yang dia punya. Akhirnya nasib orang tua, tak jauh beda. Karena kebiasaan yang sama. Pola yang sama. Merasa generasi yang kuat itu dalam hal harta. Bukan dalam hal taqwa. Kesempatan berubah masih ada. Mulailah dari keluarga. Agar sesal tak berbuah kecewa. Generasi kuat di mulai di latih dalam taqwa sejak dini bermula...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar