Ngayak ukoro

Ngayak ukoro
Ojo lali

Rabu, 19 Desember 2018

KH Mustofa Bisri Ketika agama kehilangan Tuhan

KETIKA AGAMA KEHILANGAN TUHAN Dulu agama menghancurkan berhala. Kini agama jadi berhala. Tak kenal Tuhannya, yang penting agamanya. Dulu orang berhenti membunuh karena agama. Sekarang orang saling membunuh karena agama. Dulu orang saling mengasihi karena beragama. Kini orang saling membenci karena beragama. Ajaran agama tak pernah berubah dari dulu, Tuhannya pun tak pernah berubah dari dulu. Lalu yang berubah apa ? MANUSIANYA !!! Dulu agama mempererat hubungan manusia dengan Tuhan. Sekarang manusia jauh dari Tuhan karena terlalu sibuk dengan urusan-urusan agama. Dulu agama ditempuh untuk mencari Wajah Tuhan. Sekarang agama ditempuh untuk cari muka di hadapan Tuhan.Esensi beragama telah dilupakan. Agama kini hanya komoditi yang menguntungkan pelaku bisnis berbasis agama, karena semua yang berbau agama telah didewa-dewakan, takkan pernah dianggap salah, tak pernah ditolak, dan jadi keperluan pokok melebihi sandang, pangan, papan. Agama jadi hobi, tren, dan bahkan pelarian karena tak tahu lagi mesti mengerjakan apa.Agama kini diperTuhankan, sedang Tuhan itu sendiri dikesampingkan. Agama dulu memuja Tuhan. Agama kini menghujat Tuhan. Nama Tuhan dijual, diperdagangkan, dijaminkan, dijadikan murahan, oleh orang-orang yang merusak, membunuh, sambil meneriakkan nama Tuhan. Tuhan mana yang mengajarkan tuk membunuh? Tuhan mana yang mengajarkan tuk membenci? Tapi manusia membunuh, membenci, mengintimidasi, merusak, sambil dengan bangga meneriakkan nama Tuhan, berpikir bahwa Tuhan sedang disenangkan ketika ia menumpahkan darah manusia lainnya. Agama dijadikan senjata tuk menghabisi manusia lainnya. Dan tanpa disadari manusia sedang merusak reputasi Tuhan, dan sedang mengubur Tuhan dalam-dalam di balik gundukan ayat-ayat dan aturan agama. *K.H. A. MUSTOFA BISRI*

Andai saja

*ANDAI SAJA,,,,,* Andai saja Al Qur'an tidak menceritakan kisah Musa vs Fir'aun, niscaya kita akan mengatakan bahwa Fir'aun telah mati syahid karena tenggelam di Laut Merah saat mengejar para teroris. Andai saja kitab-kitab hadist tidak menjelaskan kepada kita tentang al-liwa' dan ar-royah, pastilah kita akan ikut mengatakan bahwa itu memang bendera kelompok radikal. Andai saja bukan karena petunjuk Allah, pasti kita akan mengatakan bahwa Ibrahim As adalah anak yang durhaka kepada ayahnya dan pemberontak rajanya karena menentang penyembahan berhala. Andai saja bukan karena iman dan akal sehat, niscaya kita akan mengatakan bahwa Luth As adalah orang yang sok suci karena gigih menolak perilaku nista kaum sodom. Andai saja bukan karena hidayah, pasti kita akan mengatakan bahwa Muhammad ๏ทบ bin Abdullah dan para sahabatnya adalah pemecah belah bangsa Quraisy, perusak tradisi nenek moyang dan para penjajah yang rakus kekuasaan. Mari jaga iman dan akal sehat kita di zaman yang penuh fitnah ini !. semoga bermanfaat dan berhari Jum'at

Nasib yang sama

*NASIB YANG SAMA* ๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€๐Ÿ€ Tak mudah mengubah rasa. Terlebih yang terbentuk lama. Di turunkan sejak dari orang tua. Akhirnya memanen hasil yang sama. Mata rantai nasib yang terwariskan tak jauh beda. Kalau anaknya terlambat sekolah, malu sekali terasa. Sekalipun baru kelas TK biasa. Merasa orang tua yang kurang bisa. Mengatur anak lebih tertata. Sekalipun sudah lama mencoba. Tapi, anaknya terlambat sholat, ngerasa biasa. Ndak merasa malu juga. Toh anak-anak kayak gitu kebanyakan, yang sebaya. Apalagi sholat shubuh, kasihan masih terlalu belia. Anak kecil sholat jangan di paksa. Begitu tekun para orang tua. Mengantar anaknya kecil ke sekolah dengan setia. Bahkan tak jarang di tunggui sampai terbiasa. Yang ikut duduk di sampingnya juga ada. Waktu jemput, jangan tanya. Kalau telat, biasa bahaya. Adakah orang tua ? Yang tekun mengantar anaknya ke masjid atau ke mushola. Di tunggui sekalian ikut sholat, biar terlatih dan terbiasa. Ibunya kadang menjemputnya biar ndak bahaya. Dan alangkah malunya orang tua. Kalau anak mogok gak mau sekolah tanpa alasan yang ada. Beberapa memilih mengancam, kalau ndak sekolah, jadi tukang gembala kambing saja. Pernahkan terjadi rasa yang sama. Malu tiada terkira. Saatnya anaknya beranjak dewasa. Dak berangkat ke masjid atau mushola. Adakah orang tua. Juga mengancam, kalau gak mau ke mushola. Bangganya para orang tua. Saat ikut di panggil ke panggung mendapat penghargaan mulia. Anaknya juara, atau menang lomba. Dan di saksikan beribu pasang mata. Sementara, diam seribu bahasa. Tanpa hadiah dan tanpa merasa bangga. Saat anaknya selama setahun sholat berjamaah tak pernah absen walau sekali saja. Anaknya disiplin selama 2 tahun sholat dhuha . Bukankah inรฌ lebih layak sebagai prestasi yang dia punya. Akhirnya nasib orang tua, tak jauh beda. Karena kebiasaan yang sama. Pola yang sama. Merasa generasi yang kuat itu dalam hal harta. Bukan dalam hal taqwa. Kesempatan berubah masih ada. Mulailah dari keluarga. Agar sesal tak berbuah kecewa. Generasi kuat di mulai di latih dalam taqwa sejak dini bermula...

Genghis khan

"GENGHIS KHAN" PELAJARAN UNTUK UMAT ISLAM "Jangan Kamu Bunuh Singa di kalanganmu, Niscaya kamu akan dimakan Anjing dr kalangan musuhmu" Ketika umat Islam diserang tentara Tatar, hampir seluruh wilayah Islam berhasil dijajah. Di antara yang terawal adalah wilayah Khurasan yang bertetangga dengan Mongol. Pada mulanya, di Khurasan, Tatar tidak berdaya menembus pertahanan umat Islam di kota Bukhara. Lalu pemimpinnya Genghis Khan menulis surat kepada umat Islam: "Barangsiapa yang menyerahkan senjata dan berada di sisi tentara Tatar, akan selamat. Tapi barangsiapa yang enggan, mereka akan kami buat menyesal." Surat tersebut menyebabkan umat Islam yang sedang terancam itu terpecah menjadi dua kubu. Kubu pertama menolak keras tawaran Genghis Khan dengan berkata: "Seandainya mereka mampu memerangi kita, tdk mungkin mereka memberi penawaran spt ini. Ini menandakan peluang kita cerah. Teruskan perjuangan, pasti kita akan beroleh salah satu di antara dua kebaikan: menang atau syahid penuh bahagia!" Namun kubu kedua cenderung menerima tawaran tersebut. Mereka berkata: "Menghadapi Tatar sama saja bunuh diri massal! Tidakkah kalian lihat jumlah mereka dan kelengkapan senjata mereka?" Genghis Khan terus memantau dan mengambil peluang dari pertentangan di tubuh umat Islam. Dia mengirim surat berikutnya, khusus kepada kubu kedua yang gamang dan kompromis. Dalam surat tersebut, Genghis Khan berjanji akan memberikan tampuk kekuasaan Bukhara kepada kubu kedua dengan syarat: mereka menumpas kubu pertama yg (dicapnya) ekstrim, radikal, dan fanatik. Tawaran itu menyebabkan pihak kedua berbinar-binar. Mereka menyambutnya tanpa rasa bersalah samasekali. Mereka bersedia memerangi saudara sendiri untuk Tatar! Baku bunuh sesama muslim pun terjadi. Akhirnya, tumpaslah kubu yang teguh berjihad mempertahankan tanah air itu di tangan saudara2nya sendiri yang menjual Islam demi dunia. Apa yang menyedihkan? Apa lacur? Pihak yang menerima tawaran Tatar itu tidak diberi hadiah yang dijanjikan. Bahkan, senjata mereka dirampas, mereka ditangkap dan disembelih tanpa sisa. Genghis Khan memberi sambutan yang sangat masyhur menjelang penyembelihan terhadap umat Islam yg mengkhianati saudara2nya. "Mereka sanggup memerangi saudara2 sendiri demi kita, padahal kita orang asing bagi mereka! Orang2 semacam ini mustahil kita beri kepercayaan!" _______ 10 hikmah dari cerita di atas: 1. Taktik pecah-belah dan instrumentasi (memperalat) adalah strategi ampuh menghadapi Islam/muslim dari zaman ke zaman-----baca sejarah Sultan Agung (Mataram Islam; Yogya; menyerbu benteng VOC thn1628 dan 1629) dan dikhianati; Diponegoro (Yogya; Perang Jawa, 1825-1830) yg dihadapkan dgn prajurit2 dari Surakarta, Madura, dll. 2. Puncak kelemahan aqidah perjuangan adalah tidak yakin dengan janji kemenangan dari Alloh SWT 3. Nafsu thdp tahta dan harta mudah menggerus keikhlasan perjuangan 4. Jika dunia menguasai diri, saudara sendiri pun sanggup dikhianati 5. Mempercayai bulat-bulat kata-kata musuh adalah kebodohan yang membinasakan 6. Islam tidak kalah karena ajaran agama ini. Sebaliknya kalah karena penyelewengan orang Islam terhadap agama sendiri 7. Bujukan musuh itu beracun, dan racunnya mampu membunuh jamaah 8. Pengkhianat tidak akan bahagia. Nikmat mereka hanya sementara 9. Penting untuk berpegang kepada prinsip. Walau menyusahkan dan payah, ia perisai pertahanan yang utuh dan kuat 10. Tidak ada kerjasama dengan pihak luar dalam menentang sesama sendiri ---- Tiga kalimat hikmah yang perlu diambil iktibar: ⛯1. ู…ุง ุฃุดุจู‡ ุงู„ูŠูˆู… ุจุงู„ุฃู…ุณ "Alangkah samanya hari ini dengan semalam." ⛯2. ู„ุง ุชู‚ุชู„ูˆุง ุฃุณูˆุฏูƒู… ูุชุฃูƒู„ูƒู… ูƒู„ุงุจ ุนุฏูˆูƒู… "Jangan kamu bunuh singa di kalanganmu, niscaya kamu akan dimakan oleh anjing di kalangan musuhmu." ⛯3. ู…ู† ู„ุง ูŠุชุนู„ู… ุงู„ุชุงุฑูŠุฎ ูŠุนู„ู…ู‡ ุงู„ุชุงุฑูŠุฎ "Barangsiapa tidak belajar dari sejarah, maka sejarah akan mengajarkannya kembali." ______ Disusun oleh saudara Muslim di Melayu. Ditulis kembali oleh Ahmad Antawirya. Dari WAG Forum Akademisi Muslim.

Rosullulloh menyingkapi kesehatan

JENIUSNYA RASULULLAH tentang KESEHATAN "Sembuhkan sakit hatimu, maka akan sembuh seluruh tubuhmu". Ada orang yang punya sakit hati yang benar-benar kronis... Benci banget ? Dendam banget ? Nggak suka banget ? Sedih Banget ? Kecewa banget ? Semua itu dianggap serius, sampai sakitnya berdampak pada tubuh. Begitu muncul dalam bentuk penyakit kanker, diabetes, sakit jantung, baru diatasi. Dan yang diatasi pun hanya dipermukaannya saja. Diatasi dengan operasi, obat Herbal bertahun-tahun bahkan seumur hidup, kemo, radiasi. Semua yang membuat sel-sel tubuh luluh lantak. Tapi akar masalahnya, tidak diatasi. Akar masalahnya adalah, hati yang sakit dan semakin rusak. Kemudian merusak seluruh jaringan tubuh. Darah tetap dibiarkan asam. Kondisi tubuh asam. Pikiran tetap stress, jiwa tak tenang. Dendam masih banyak. Kecewa masih berlanjut. Perasaan masih tidak enak. Benci masih kuat. SECARA TIDAK LANGSUNG, KITA MEMBUNUH DIRI SENDIRI Serius? Ingat Rasulullah Shallallahu 'alayhi wassalam, pernah berkata : "Ada segumpal daging yang jika ia baik, maka seluruh tubuh akan baik. Dan kalau ia buruk maka seluruh tubuh akan buruk." Itulah H A T I Ketika HATI sehat, maka sekujur tubuh akan sehat. Karena HATI adalah Mudghatun, idza Sholuhat, Sholuhal Jasadu kulluhu. Seharusnya ia selalu ada dalam kondisi indah dan baik. Selalu ikhlas, menerima ketentuan Allah, bersyukur, tulus berbagi dan bahagia bersama... Seperti anak yang selalu bahagia dan tertawa. Seperti itulah kondisi hati kita seharusnya. Pada saat kita sudah tak lagi seperti itu, itulah saat penyakit muncul. Dan deteksi dini harus dilakukan. Akar permasalahan harus diatasi. Hati perlu terus dicuci dan di bersihkan. Tanda hati bersih dan suci adalah: - Selalu bahagia atas kebahagiaan orang lain.. - Selalu semangat berbagi tanpa pamrih.. - Selalu Ridha dengan segala ketentuan yang Allah berikan untuk kita. - TIDAK DENGKI - TIDAK DENDAM Semoga bermanfaat #Copas