Badrun Laskar Salkoplek
Ngayak ukoro
Ojo lali
Minggu, 17 Desember 2023
Jumat, 13 November 2020
Secuil kisah sedih di perang pembunuhan karbala
KEPALA SUCI IMAN HUSAIN AS BERBICARA KEPADA PENDETA
Allamah Damiri, salah seorang ulama terkenal Ahlusunah, dalam buku Hayatul Hayawan, di bawah kata Yahya mengatakan : ada tiga kepala yang terpisah dari raganya dan berbicara kepada orang lain. Yaitu kepala suci Nabi Yahya as, Imam Husain bin Ali as, dan kepala Sa‘id bin Jubair.
Pada saat pasukan Ibnu Ziyad berhenti di samping biara seorang pendeta, mereka meletakkan kepala Imam Husain as di dalam peti. Sementara menurut riwayat Quthub Rawandi, kepala itu ditancapkan di ujung tombak. Mereka duduk melingkar untuk menjaganya.
Mereka menghabiskan malam dengan meminum minuman keras. Kemudian mereka membentangkan makanan dan sibuk memakannya. Tiba tiba mereka melihat dari dinding biara keluar sebuah tangan. Lalu dengan pena dari besi tangan itu menuliskan syair berikut di atas dinding:
"Apakah umat yang sudah membunuh Husain, masih mengharap syafaat kakeknya pada hari perhitungan?"
Karena melihat kejadian itu, mereka tidak lagi berselera makan. Mereka segera tidur karena ketakutan. Pada tengah malam, seorang pendeta mendengar suara ratapan. Pendeta itu juga mendengar seseorang yang sedang mengucapkan zikir dan tasbih.
Dia bangun dan mengeluarkan kepalanya ke jendela. Dia melihat dari sebuah peti yang diletakkan di samping dinding, ada cahaya terang terpancar ke langit. Lalu secara berkelompok para malaikat turun dan mengucapkan,
“Salam sejahtera bagimu wahai putra Rasulullah. Salam sejahtera bagimu wahai Aba Abdillah. Salawat dan salam Allah bagimu.”
Melihat kejadian ini, pendeta itu terkejut dan ketakutan. Dia menunggu dengan sabar hingga masuk waktu Subuh. Setelah tiba waktu Subuh, dia keluar dari biara dan bertanya, ”Apa isi peti ini?"
Meteka menjawab, “Kepala Husain bin Ali."
Pendeta itu bertanya lagi, “Siapa nama ibunya?"
Mereka menjawab, "Fathimah Zahra, putri Muhammad Musthafa saw."
Pendeta itu berkata, “Celaka kalian, atas apa yang telah kalian lakukan! Sungguh benar apa yang diberitahukan para rahib kami bahwa pada manakala orang ini terbunuh maka langit nkan menurunkan hujan darah. Dan ini tidak akan terjadi kecuali dia seorang nabi atau seorang washi (penerima wasiat) nabi.
Sekarang, aku mohon kepada kalian untuk menyerahkan kepala ini selama satu jam kepadaku. Setelahnya, aku akan kembalikan lagi kepada kalian."
Mereka berkata, “Kami tidak akan mengeluarkan kepala ini kecuali di hadapan Yazid supaya kami mendapat hacliah darinya."
Pendeta itu bertanya, "Apa hadiahnya?"
Mereka menjawab, “Satu kantong uang berisi sepuluh ribu dirham."
Pendeta itu berkata, “Saya akan berikan uang sejumlah itu kepada kalian.”
Kemudian pendeta itu mengambil kantong uang yang berisi sepuluh ribu dirham. Mereka mengambil uang itu dan memberikan kepala suci Imam Husain kepada pendeta tersebut selama satu jam.
Pendeta itu membawa kepala itu ke tempat ibadahnya. Lalu membasuhnya dengan air bunga dan memberinya wewangian. Setelah itu, ia meletakkannya di tempat sujudnya. Lalu ia menangis dan berkata kepada kepala itu,
"Wahai Aba Abdillah, sungguh aku sangat menyesal tidak berada di Karbala hingga dapat mempersembahkan nyawaku untukmu. Wahai Aba Abdillah, kapan saja engkau bertemu dengan kakekmu, berilah kesaksian bahwa aku telah mengucapkan syahadah dan masuk Islam di hadapanmu.”
Sebagian meriwayatkan:
Pendeta itu berkata kepada kepala suci, “Hai kepala pemimpin alam semesta. Aku menyangka engkau bagian dari orang orang yang telah Allah gambarkan di dalam Taurat dan Injil dan telah diberikan keutamaan takwil oleh Nya. Karena para pemimpin Bani Adam di dunia dan di akhirat menangisimu. Aku ingin mengenal nama dan sifatmu."
Kepala yang suci itu menjawab, “Akulah orang yang teraniaya. Akulah orang yang bersedih. Akulah orang yang berduka. Akulah orang yang dibunuh oleh pedang kezaliman. Akulah orang yang dizalimi dengan perang melawan orang durhaka. Akulah orang yang dengan tanpa dosa, hartanya dirampas. Akulah orang yang dicegah untuk mendapatkan air. Akulah orang yang diusir dari keluarga dan negerinya."
Pendeta Kristen itu berkata, "Demi Allah, hai kepala suci, jelaskan tentang dirimu lebih jelas lagi."
Kepala itu berkata, “Akulah putra Muhammad Musthafa. Akulah putra Ali Murtadha. Akulah putra Fathimah Zahra. Akulah putra Khadijah Kubra. Akulah putra al ‘Urwatal Wutsqa. Akulah syahid Karbala. Akulah orang yang terbunuh di Karbala. Akulah yang teraniaya di Karbala. Akulah yang kehausan di Karbala.”
Ketika murid-murid pendeta itu melihat hal ini, mereka menangis dan mematahkan tiang Salib. Lalu mereka datang kepada Imam Ali Zainal Abidin as dan berikrar masuk Islam.
Link Film perjuangan
Film-film perjuangan monggo dinikmati salam Merdeka
PEJOEANG
https://youtu.be/uYu6Raflbe4
Enam Jam di Jogja
https://youtu.be/AQ-wFgLD6iY
Janur Kuning
https://youtu.be/LaaUlGKp4Zs
Serangan Fajar
https://youtu.be/n3rM6bvdb7I
Pasukan Berani Mati
https://youtu.be/NTXwTUF759E
Jendral Sudirman
https://youtu.be/uEVhuECnWpQ
Kereta Api Terakhir
https://youtu.be/m-Iql9SkIYI
Perawan di Sektor Selatan
https://youtu.be/3ydcX27I1pI
Tapal Batas Jendral Sudirman
https://youtu.be/9v2wcks6_9g
Merdeka atau Mati Surabaya 1945
https://youtu.be/3KEha73m3Vs
Cut Nyak Dien
https://youtu.be/SAwotI6iGnA
Sang Pencerah
https://youtu.be/iVy5JEbJkDw
Ketika Bung Karno di Ende
https://youtu.be/eP66pvW06vg
Sang Kiyai
https://youtu.be/X0hqoQCY5ks
Kartini Baru
https://youtu.be/JEl44-MAX74
Kartini (1982)
https://youtu.be/D9WaEzcg1IE
Senja Merah di Magelang
https://youtu.be/3DfF-yYHd_0
Merah Putih Hati yg .Merdeka
https://youtu.be/TGGldp2vrmI
Darah Garuda
https://youtu.be/eDyJR2RnC8w
November 1828 Diponegoro
https://youtu.be/-WYF6tE4Jl
Perjyangan Gerilya
https://youtu.be/9vAFJYUZ-4I
Dokumenter Perang 1945
https://youtu.be/01jToAizpfw
SEOGIJA
https://youtu.be/01jToAizpfw
Diponegoro
https://youtu.be/hat8iQnzuj0
Minggu, 13 September 2020
Gambar terbaik untuk dikunjungi
Aplikasi K E R E N... tinggal pencet link langsung kita diposisi mekkah...
Siapapun yg bikin ini, jazakumullah... Silahkan buka satu per satu link nya.
Smartphonenya di gerakan ke atas, bawah, kanan, kiri, bisa di zoom juga. Akan merasakan seolah-olah sedang berada disana.
1.) Yang ingin melihat Hijir Ismail tekan 👇
http://shutterksa.com/panorama/Makkah/AreaofProphetIsmail/
2.) Yang ingin melihat sudut rukun yamani tekan 👇
http://www.shutterksa.com/panorama/YemeniCorner/
3,) Yang mau persis berada di depan Ka'bah silahkan tekan 👇
http://www.shutterksa.com/panorama/Makkah/WallofAlahtim/
4.) Yang mau lihat Makam Rasul SAW tekan 👇
http://shutterksa.com/panorama/Almadinah/FronttheProphetMuhammad/
5.) Yang ingin berada di atas Ka'bah, tekan 👇
http://www.shutterksa.com/panorama/RoofOfKaaba/
@aas__Silahkan dishare, semoga mengobati kerinduan bagi yang pernah kesana dan bagi yg blum bersiap-siap niatin akan pergi ke sana. Aamiin.
Jumat, 04 September 2020
Kanthong Berbagi
Bissmillahirrohmaanirrohim
Mau tau apasih Khantong Berbagi itu ?
Kanthong Berbagi merupakan komunitas bergerak di bidang sosial terutama yatim dan dhuafa.
Komunitas Gerakan ini awalnya dimulai pada 1 juni thn 2014.
Komunitas Gerakan ini awalnya bernama Salkoplek Comunity , kenapa bernama Salkoplek Comunity ??
Karena awal mula komunitas gerakan ini muncul atas ide dari konco - konco plek (dalam bahasa jawa yang artinya sahabat dekat) kerjanya tiap hari ngopi dan cangkru'an (nongkrong) tapi ingin berbagi untuk sesama agar menjadikan hidup ini lebih bermanfaat bermartabat dihadapan ALLOH SWT , yaitu hidup yang menghidupi dengan moto kami " Jadikan hidupmu lebih hidup" kegiatan kami pada awalnya hanya Santunan Anak Yatim kita bagikan dari pintu ke pintu setiap akhir bulan.
Komunitas gerakan ini berjalan sampai 4 tahun dan berhenti di pertengahan tahun 2018 .
Dan pada tahun 2019 gerakan ini fakum karena keterbatasan relawan dilapangan ,semakin dewasa kita dan banyak yang keluar desa mencari kerja dan sekarang banyak yang sudah kerja atau punya usaha dirumah , Alhamdulillah ditahun 2020 ini pada bulan juli akan menghidupkan kembali komunitas ini dan tentunya dengan nama yang baru ,dan semangat yg baru serta cara-cara yang baru pula .
Perlu diketahui bahwa nama Kanthong Berbagi telah resmi disepakati bersama untuk memudahkan interaksi dengan para donatur , karena untuk donatur di wilayah dekat kita berikan kantong untuk diisi dan dikumpulkan di setiap pertemuan di akhir bulan di minggu ke-3 .
Jadi Kanthong Berbagi merupakan sekumpulan atau komunitas yang peduli Dhuafa dan anak yatim-piatu, yang tujuannya untuk membantu meringankan beban ekonomi bagi mereka , mengan yg kita kasih tidak terlalu banyak tapi kita belajar istiqomah ,in sya ALLOH bisa dengan pertolongan Alloh SWT.
Semua Lillahi Ta'ala , Disini kita bisa berbagi atau sedekah dengan berupa tenaga , ide atau makanan , minuman, sembako, peralatan sekolah , pakaiann layak ,yang di perioritaskan Dll.
Semua kegiatan yang kita lakukan harus dilandasi rasa ikhlas, bahagia tidak memberatkan , semua LILLAHI TA'ALA tanpa mengharapkan imbalan.
Komunitas ini merupakan komunitas yang mempunyai visi misi yang sama yaitu berbagi.
Setiap kegiatan akan kita share ke grub WhatsAppyang sudah ada sebagai laporan kegiatan kita kepada para donatur yang sudah mempercayakan sebagian dari rizqinya kepada komunitas Kanthong Berbagi ,dengan catatan foto atau catatan data lengkap yang kita share di group WhatsApp tidak boleh di share socialmedia yang sifatnya terlalu umum untuk menjaga prifasi yg kita santuni serta sebagai cara kita untuk belajar ikhlas . Santai diam tapi pasti !
Disini kami hanya memfasilitasi sedekah dari para donatur baik dari anggota kanthong Berbagi ataupun donatur diluar komunitas Kanthong Berbagi untuk kita salurkan ke yang berhak menerima
mari bergabung dengan Kami luruskan niat kita semua LILLAHI TA'ALA mari kita berbuat baik dan jangan ditunda lagi .
" Tebarkan kebahagiaan lebarkan senyum buat saudara kita "
Program Komunitas Kanthong Berbagi
secara garis besar :
1.Program Yatim
2.Program Sembako dhuafa dan memprioritaskan kebutuhan yg penting
NB. Bagi yg ingin menitipkan sedekahnya bisa diantar langsung di Sekretariat Kanthong Berbagi
Alamat: Badrun Prodution
Jl.Cobaan
Dk. Karangturi
RT: 09 Rw: 05 Ds.Trojalu
Kec.Baureno Kab.Bojonegoro




